Sebuah Catatan Kecil dari Ilham Kape

Wow, tahun 2022 sudah memasuki bulan keempat. Katanya, bulan ini juga memasuki bulan suci Ramadhan yang mana bagi setiap umat muslim diwajibkan untuk berpuasa. Benar-benar gak kerasa. Kayaknya baru kemarin lebaran dan enggak bisa mudik karena terkendala protokol kesehatan. Semoga aja, tahun ini semua itu diringankan dan kita dapat pulang ke kampung halaman.

Memasuki bulan April, banyak sekali hal-hal baru yang gue alami 3 bulan ke belakang di tahun 2022. Tahun 2022 gue diawal dengan kejadian cukup mengejutkan karena gue kembali merelakan satu hal, yaitu hubungan. Kehidupan gue awalnya memiliki tiga prioritas, yaitu kuliah, pekerjaan, dan hubungan.

Namun, ketiga prioritas itu menurut gue enggak bisa berjalan beriringan walaupun sudah dipaksakan. Maka, yang gue relakan adalah hubungan karena belum terlalu penting juga buat gue untuk saat ini. Sedih itu pasti. Hampir dua tahun belakangan gue melakukan banyak hal. Tapi, hidup harus terus berjalan dengan adanya dia atau tidak.

Sebagai seorang Taurus yang setia tapi posesif, hal ini cukup berat. Dengan adanya postingan ini, berarti sudah dua bulan gue enggak bersama dia lagi. Kita sudah memiliki kesibukan dan kehidupan masing-masing. Akhirnya gue pun menerima kejadian ini dan melanjutkan untuk melakukan dua prioritas gue, yaitu kuliah dan bekerja.

Memasuki bulan April, gue sudah melakukan progress skripsi sampai tahap seminar proposal dan melanjutkan pembangunan aplikasi yang akan gue angkat sebagai bahan skripsi gue. Nanti, gue akan membuat postingan tersendiri dan khusus untuk perjalanan skripsi ini yang gue sebut skripsweet.

Di bulan April juga gue mencoba menulis kembali, walaupun nantinya tulisan gue bisa cuma beberapa kata aja. Sebab, sayangnya banget langganan blog ini kalau enggak ada isinya. Ada pembaca syukur, enggak ada pembaca juga bodo amat karena untuk saat ini bukan materi yang gue cari dari menulis blog ini. Cukup pelajaran menulis dan berbagi pengalaman aja.

Memasuki bulan April, pekerjaan gue semakin menumpuk dan sudah setahun lebih gue bekerja, akhirnya gue merasakan yang namanya bosan bekerja. Bukan enggak bersyukur, tapi kadang kita pasti merasakan fase dimana bosan untuk melakukan beberapa hal karena terlalu monoton. Ya, walau pada akhirnya gue tetap bekerja. Bahkan, tulisan ini aja gue tulis di parkiran kantor gue karena gue berangkat kepagian untuk menghindari kemacetan. Daripada kesepian di dalam ruangan, lebih baik menulis dan mencurahkan pikiran di tulisan ini.

Mungkin, cukup sekian dulu kali, ye. Sembari menunggu keputusan puasa dimulai tanggal berapa, semoga puasa serta ibadah lain-lain kita di Ramadhan tahun ini mendapatkan keberkahan. Aamiin. Semoga juga puasa kita enggak ada yang bolong walaupun makin hari makin banyak godaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *